Sabtu, 05 Oktober 2013

Goa Pamijahan > Goa Saparwadi

GOA PAMIJAHAN
(Oleh : Wahliya Ismi Faraddina – Sastra Inggris 1A)


Saya pernah mendengar sekilas dari mbak saya tentang asal usul Goa Pamijahan yang terletak di Tasikmalaya. Sebenarnya nama asli goa tersebut adalah Goa Safarwadi dan  pamijahan adalah nama sebuah desa di Tasikmalaya, Kecamatan Bantarkalong, Jawa Barat. Maka dari itu nama goa tersebut dikenal dengan nama Goa Pamijahan yang berada di kaki Gunung Mujarod. Goa Pamijahan adalah tempat dimana seluruh pariwisatawan dan peziarah wajib berziarah di tempat tersebut khususnya untuk peziarah wali sembilan atau wali songo. Goa Pamijahan adalah tempat dimana para wali songo bersinggah atau bandara para wali yang ingin pergi ke kota mekah dan madinah untuk melaksanakan haji. Para wali songo hanya berjalan kaki dari goa tersebut hingga ke mekah. Dengan kesaktian dan izin Allah para wali songo selalu dengan mudah pulang pergi dan melaksanak haji ke mekah dan madinah. Di dalam goa terdapat sebuah pintu atau lubang yang langsung menuju ke mekah. Dan di dalam goa tersebut terdapat 9 lubang yang konon katanya lubang itu sebuah bekas kopyah atau peci para wali songo yang digunakan disaat para wali bertapa di dalam goa tersebut. Isu tentang 9 kopyah wali tersebut telah tersebar dari peziarah yang katanya jika diantara peziarah yang berziarah atau pengunjung Goa Pamijahan mencoba lubang kopyah tersebut diatas kepala kita atau kepala kita pas dengan salah satu lubang tersebut, segala doa permintaan kita akan terkabul.
Di dekat Goa Pamijahan terdapat makam Syech Abdul Muhyi yang merupakan Ulama tarekat Syattariah, penyebar agama Islam di Jawa Barat bagian selatan yaitu Kuningan, Pamengpeuk, Batuwangi, dan Pamijahan Tasikmalaya. Secara administratif terletak di Kampung Pamijahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong. Secara astronomis terletak pada koordinat 49 M 0177650 dan UTM 9162411. Kenapa beliau disebut Ulama Tarekat Syattariyah? Karena guru beliau adalah syeikh Abdur Rauf Singkel seorang sufi dan guru Tarekat Syattaiyah yang berasal dari Singkel-Aceh. Syeikh Haji Abdul Muhyi adalah salah seorang keturunan bangsawan. Ayahnya bernama Sembah Lebe Warta Kusumah, adalah keturunan raja Galuh (Pajajaran). Abdul Muhyi lahir di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 1071 H/1660 M dan wafat di Pamijahan, Bantarkalong, Tasikmalaya, Jawa Barat, 1151 H/1738 M. Abdul Muhyi dibesarkan di Ampel, Surabaya, Jawa Timur.

Dan konon lain Goa Pamijahan atau Goa Saparwadi nama lain yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti sapar artinya jalan dan wadi artinya lembah atau jurang atau jalan yang berada diatas jurang. Dan konon lain Goa Pamijahan adalah tempat hunian Syeikh Abdul Qodir Jaelani ± 200 sebelum Syeikh H. Abdul Muhyi menerima ilmu agama dari gurunya, Syeikh Imam Sanusi. Letak goa di kaki bukit Gunung Mujarod. Kata mujarod berarti penenangan karena di dalam goa itulah Syeikh Abdul Muhyi sering mendekatkan diri kepada Allah atau bersemedi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar